Barcelona – F1 Sakon Yamamoto bersabahat erat di luar lintasan. Bukan hanya karena sama-sama pembalap asal Jepang, tapi juga karena keduanya berdomisili di kota Barcelona.

Aoyama, yang 10 musim turun di kelas 250cc sebelum akhirnya terjun ke kelas MotoGP tahun 2010, sudah tinggal di Barcelona selama delapan tahun terakhir. Yamamoto sendiri–kini menjadi pembalap uji/cadangan Marussia Virgin Racing–baru hijrah ke kota tersebut pada tahun 2006.

Kesamaan tersebut kian memperat hubungan Aoyama dan Yamamoto yang juga saling memendam kekaguman satu sama lain.

“Ia melakukan segala hal yang bisa dilakukannya agar bisa melaju dengan baik, aku menghormati itu,” puji Aoyama di situs MotoGP.

“Secara mendasar aku tahu MotoGP seperti apa, tapi aku tidak percaya saat aku melihatnya membalap dan kecepatannya melaju. Aku pikir itu sangat berat secara fisik dan mental. F1 juga berat, tapi aku pikir secara fisik MotoGP lebih menantang. Balapannya benar-benar bergantung pada para pembalapnya,” ujar Yamamoto balas memuji.

Keakraban dan kekaguman itu lantas membuat keduanya sudah tidak sungkan melontarkan guyonan, sebagaimana dituturkan oleh Yamamoto.

“Aku takjub dengan balapan motor karena jika Anda bikin kesalahan, tubuhmu langsung menghantam lintasan. Benar-benar berbahaya.”

“Aku katakan itu ke Aoyama, ia malah bilang mobil lebih berbahaya karena jika crash tidak bisa lompat keluar dari mobil. Ia bilang aku gila, tapi aku bilang dialah yang gila!” seru Yamamoto yang jadi pembalap inti di tim F1 pada 2005, 2006, 2007 dan 2010.


( krs / a2s )

Share Post