Getty Images

Montreal – Jenson Button jadi salah satu korban gaya menyetir agresif Lewis Hamilton di GP Kanada. Meski begitu, Button tetap membela rekannya yang belakangan banyak dapat kritik itu.

Kritikan pertama pada Hamilton datang pekan lalu menyusul sebuah insiden yang melibatkan dirinya dengan Felipe Massa di GP Monako. Sepekan berselang pembalap asal Inggris itu kembali melakukan beberapa aksi yang dianggap berbahaya di GP Kanada.

Meski cuma tampil delapan putaran di Kanada, Hamilton terlibat di tiga insiden dengan pembalap lain. Selain Mark Webber dan Michael Schumacher, Hamilton sempat bersenggolan dengan Button, yang berujung dengan out-nya dia karena menyerempet pembatas lintasan.

Akibat kejadian-kejadian tersebut, dua mantan juara dunia Emerson Fittipaldi dan Niki Lauda mengkritik Hamilton. Dianggap bisa membunuh pembalap lain, FIA diminta bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi pada juara dunia 2008 itu.

“Saya tidak setuju dengan apa yang dikatakan Niki. Saya pikir gaya membalapnya agresif dan dia selalu mencoba melebarkan jarak. Kadang dia benar, kadang tidak, tapi itu semua juga kami (pembalap) lakukan. Dia hanya lebih sering menghadapi situasi itu dibanding yang lainnya,” bela Button.

Terkait gaya mengemudi Hamilton, Button menganggap itu hanya karena semangat besar yang dimiliki rekannya untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Yang pasti Button juga mejamin kalau hubungan antara mereka berdua tetap dalam kondisi yang baik.

Share Post