Padang – Label “tourism sport” dalam ajang balap sepeda tahunan di Sumatera Barat, Tour de Singkarak (TdS) 2011, memakan biaya yang tak sedikit. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dikabarkan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4 miliar.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dana itu dianggarkan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan perlombaan, diantaranya membayar 230 kamar hotel per hari, menyewa 150 mobil selama berlangsungnya balapan, kebutuhan makan pembalap dan tim pendukungnya, gaji wasit, serta uang saku dan biaya transportasi peserta dalam negeri. Sementara untuk peserta dari luar negeri hanya dipenuhi kebutuhan tiket perjalanannya, juga dari anggaran yang sama.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Burhasman Boer, meski tak mengetahui secara detail adanya anggaran dari pusat tersebut, tak menampik kemungkinan kebenaran jumlah kucuran dana sekitar Rp 4 M. Diakuinya, event TdS 2011 yang menjadikan 12 Kota/Kabupaten sebagai jalur yang dilalui, memang memakan biaya tak sedikit.

“Prinsip panitia pusat dan lokal memiliki anggaran sendiri-sendiri, dan kami bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing, termasuk mengelola anggaran yang sudah ditetapkan besarannya,” ungkap Burhasman kepada detikSport melalui sambungan telepon seluler, Kamis (2/6/2011).

Untuk panitia lokal, meski enggan menyebutkan rincian anggaran yang telah dikucurkan, Burhasman mengakui nilainya tidak kecil. Anggaran itu diantaranya untuk hadiah lomba, yang tahun ini senilai Rp 750 juta, naik dibandingkan pelaksanaan tahun lalu sebesar Rp 600 juta.

“Kami juga lakukan perbaikan infrastruktur pendukung balapan, yang pastinya juga dianggarkan biaya pelaksanaannya,” imbuh Burhasman.

TdS 2011 akan diselenggarapan pada 6-12 Juni. Para peserta akan melahap tujuh etape yang berjarak total 739,3 km melewati 12 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, atau dua daerah lebih banyak dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

TdS 2011 akan diikuti oleh 234 pebalap dari 15 tim/negara yang meliputi Jepang, China, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, China Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kyrgistan dan Spanyol. Khusus peserta dari dalam negeri akan terbagi dalam 10 tim, yang meliputi sejumlah klub profesional dan tim nasional balap sepeda.

Ke-234 pembalap tersebut akan bertarung menaklukkan 7 etape, yaitu kawasan Kota Padang sebagai pembuka, Padang-Sicincin-Pariaman (etape II); Pariaman-Bukittinggi (III); Bukittinggi-Lembah Harau (IV); Payakumbuh-Sawahlunto (V); Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung (VI A); Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang (VI B); Padang Panjang-Danau Kembar (VII A); dan Danau Kembar-Danau Singkarak (VII B).

( krs / krs )

Share Post