AFP/Roslan Rahman

Jakarta – Setelah dua tahun beruntun jadi runner-up, Taufik Hidayat niscaya ingin jadi juara Djarum Indonesia Open Super Series tahun ini. Padahal ia mengakui kalau persaingan kali ini akan lebih alot.

Taufik berhasil menjejak partai puncak gelaran Indonesia Terbuka pada dua edisi terakhir, tahun 2010 dan 2009. Sialnya, dua kali itu pula ia dikalahkan lawan yang sama yakni Lee Chong Wei.

Kini Taufik yang jadi unggulan ketiga turnamen akan kembali berusaha, bukan hanya sampai ke final tetapi juga jadi juara. Dukungan semangat publik Istora Senayan pun akan ia jadikan sebagai pelecut semangat.

“Saya meramaikan saja di sini. Bukan berarti tidak serius. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik karena main di depan publik sendiri,” tegas Taufik ketika ditemui saat berlatih di Lapangan Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).

“Tapi persaingan juga lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Semua pemain top dunia main karena mau Olimpiade apalagi kelasnya sudah primer. Coba saja lihat dari peringkat pertama sama 32 nggak ada yang putus, semua main di single,” analisisnya.

Mengingat ketatnya persaingan tersebut, Taufik pun menilai kalau para pemain ‘Merah Putih’ akan menghadapi tantangan berat dalam usaha menjadi juara. Peluang terbaik sendiri, prediksinya, ada di sektor ganda campuran.

“PBSI mengharapkan tunggal putra, tapi berat. Sebenarnya, saat ini bukan waktunya saya tapi kesempatan untuk pemain muda. saya sendiri sudah mulai jenuh. Itu terasa juga ketika main di India dan Singapura. Tapi, saya ingin jaga ranking sampai Olimpiade. Saya juga belum tahu apakah akan main di Olimpiade.”

“Peluang kita paling besar ada di ganda campuran. Mereka sudah mulai bagus dan menunjukan permainan yang bisa diandalkan. (Untuk) Ganda putra, (Hendra) AG/Alvent (Chandra) langsung ketemu Cai Yun/Fu Haifeng, berat. (Markis) Kido/Hendra (Setiawan) juga sedang tidak stabil. Jadi, memang susah,” simpul Taufik.


( krs / krs )

Share Post